Kisah pemuda dan nenek

Table of Contents
 
Kisah pemuda dan nenek

Hari ini, saya akan menceritakan sebuah kisah nyata yang di ungkapkan oleh seorang pemuda, sebut saja Rian (nama samaran). Malam itu (2/3), ia baru pulang mengantar temannya. Ia pulang menggunakan angkutan umum. Malam semakin larut sehingga mobil yang ia tumpangi penuh. Awalnya ia duduk di bagian belakang tetapi karena disitu penumpang perempuan semua akhirnya ia di suruh pindah kedepan, di samping sopir.

Ketika hampir sampai, Rian melihat seorang nenek yang hendak menyeberang namun karena ia berada di atas mobil, ia hanya bisa memandangnya dan membiarkannya hilang dari pandangan namun setelah itu, tiba-tiba perasaannya berkata lain. Ada suara dalam hatinya yang menyuruhnya untuk turun dan membantu nenek tersebut.
 
Ia akhirnya turun dan berlari menuju nenek itu. Ia baru saja ingin menawarkan bantuannya namun nenek tersebut sudah lebih dulu meminta tolong padanya.
“Dek, bantu saika menyeberang kesana” ucap Rian menirukan perkataan nenek tersebut yang menggunakan logat Makassar yang bisa di artikan, “Dek, please deh, bantuin aku menyeberang kesana”

Rian pun membantunya namun baru beberapa langkah, sebuah mobil yang juga melaju dengan kencang tepat mengarah kepadanya dan saat itu Rian menggunakan pakaian berwarna hitam mungkin karena itulah ia tak terlihat dari kejauhan. Dengan perasaan kaget, ia pun berusaha menarik tubuh sang nenek untuk menghindari laju mobil tersebut namun bahaya baru malah datang yaitu sebuah motor yang ternyata berusaha mendahului mobil tadi. Rian hanya mampu melambaikan tangannya dengan cepat agar ia bisa terlihat dan akhirnya motor tersebut menghindar.

Setelah sampai ke tepi jalan, Rian hanya bisa bersyukur pasrah. Kakinya terasa sangat dingin dan badannya terasa lemas. Ia baru saja lolos dari maut yang hampir saja merenggut jiwanya.

“Kejadian itu tak akan terlupakan” kenangnya. Ia juga mengaku bahwa hingga tulisan ini dibuat, ia masih merasakan kakinya terasa dingin.

Posting Komentar