Review Novel 5 cm

Table of Contents
Review novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro dengan latar belakang sunrise pegunungan


Hari ini lagi ada tugas review buku di kampus, setelah berpikir sejenak akhirnya dapat ide untuk posting saja hasil reviewnya agar para pengunjung rumah persahabatan punya resensi kalau suatu saat butuh buku yang menarik.

Untuk review pertama, aku memposting novel favoritku, sebuah novel karya Donny Dhirgantoro yang judulnya "5 cm". Sekilas terlihat kalau bukunya sangat sederhana dengan sampul berwarna hitam polos dengan sebuah tulisan “5 cm” di tengahnya yang sangat menonjol dari tulisan lainnya.

Tapi sesuatu tak bisa ditentukan hanya dari tampilannya, karena setelah aku mulai membaca lembar demi lembar maka tak sadar ungkapan perasaanku muncul (“ck...ck...ck... hebat” gumamku dalam hati). Untuk memberi sedikit gambaran, berikut sinopsisnya...

5 cm menceritakan tentang persahabatan 5 orang anak manusia yaitu Zafran, Riani, Arial, Genta, dan Ian. Mereka memiliki mimpi masing-masing namun meskipun berbeda mereka mampu membuktikan bahwa perbedaan itu mampu menyatukan mereka.

Setelah 7 tahun bersama, sebuah perasaan jenuh muncul dalam benak mereka masing-masing dan muncullah sebuah ide untuk mengusir rasa jenuh itu. Meskipun sebelumnya Riani merasa berat melakukannya, akhirnya mereka sepakat untuk tidak berkomunikasi dan bertemu selama 3 bulan.

Selama 3 bulan tanpa komunikasi, mereka mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga satu sama lain. Ian yang berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan perjuangan keras, Arial yang akhirnya berhasil mengungkapkan perasaannya pada Indy, Riani yang berhasil memegang liputan meskipun ia baru saja magang, Genta yang berhasil menyelesaikan pameran komputernya dan Zafran akhirnya bisa berusaha mengungkap perasaannya pada adik Arial.

Bukan karena perpisahan yang membuat mereka semakin kuat tapi perpisahan itulah yang membuat mereka belajar untuk mandiri. Dengan impian dan rasa rindu pada sahabat-sahabatnya, akhirnya mereka kuat menghadapi masalah-masalah berat tersebut. (f4dLy, 2011)

Puncak dari perpisahan tersebut akhirnya tiba, mereka berkumpul untuk bersama-sama melakukan perjalanan panjang bersama yaitu mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru. Di perjalanan ini mereka melawan misteri dan hampir berhadapan dengan maut namun semua akhirnya terkuak dan terbuktilah kekuatan persahabatan mereka.

Menurutku, bagian terbaik dari buku ini saat menceritakan perjalanan mereka, setiap tempat digambarkan dengan baik sehingga pembaca bisa ikut merasakan perjalanan itu. Pokoknya buku ini sangat cocok sebagai hadiah untuk sahabat. Buku ini juga memberikan banyak cara pandang serta kutipan-kutipan dari orang-orang terkenal seperti Socrates dan Plato. Kutipan yang paling aku senangi adalah, ini adalah kutipan pamungkas di buku ini

Jika kamu punya mimpi-mimpi, cita-cita, keyakinan, atau apapun yang kamu kejar maka taruhlah disini (kening) jangan menempel. Biarkan dia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening jadi dia tak akan pernah lepas dari matamu, dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, dan percayalah bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, maka bilanglah pada dirimu sendiri bahwa kamu percaya pada keinginan itu dan tak akan menyerah. Bahkan kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri, biarkan keyakinan kamu 5 centimeter mengambang di depan kamu dan sehabis itu yang kamu perlukan hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, leher yang akan sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.
Tambahan di tahun 2026
Pertama kalinya saya tahu tentang buku ini saat bekerja di sebuah jasa pengetikan di depan kampus. Saat itu, saya mengetikkan salah satu tugas dari pelanggan dan langsung tertarik saat membaca resensinya. Karena penasaran, saya mencoba meminjam buku tersebut, Alhamdulillah, buku tersebut dipinjamkan kepada saya. Sepulang kerja saya langsung membacanya tanpa henti hingga tak sadar kalau sudah hampir subuh sedangkan paginya ada kuliah. Beberapa bagian postingan ini sudah saya perbaiki juga karena terdapat beberapa kesalahan ketik dan bagian yang belum sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), sedangkan gaya tulisan tetap dipertahankan sesuai aslinya agar menjadi pengingat saya jika suatu saat membacanya kembali.

2 komentar

Comment Author Avatar
Anonim
13 Juni 2026 pukul 00.32 Delete
wah bagus
Comment Author Avatar
13 Juni 2026 pukul 00.37 Delete
Terima kasih sudah berkunjung